Berbagai Klasifikasi Arsip Untuk Kebutuhan Keluarga

No Comments

Di lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, banyak aktivitas yang menghasilkan arsip dan/atau membutuhkan arsip. Beberapa kebutuhan penggunaan arsip keluarga seperti kebutuhan pendidikan mulai dari pendaftaran TK hingga Perguruan Tinggi, kebutuhan karier untuk melamar pekerjaan, kebutuhan keluarga untuk menelusuri silsilah, kebutuhan keuangan untuk peminjaman atau kredit, kebutuhan kesehatan, kebutuhan pengurusan waris hingga kebutuhan alat pembuktian jika terjadi sengketa kepemilikan. Dengan berbagai kebutuhan tersebut, maka perlindungan dan penyimpanan arsip di lingkup keluarga juga penting. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengelolaan arsip keluarga.

Kegiatan yang dapat dilakukan dalam melakukan pengelolaan arsip sesuai dengan UU RI No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan adalah penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan, serta penyusutan arsip. Agar terciptanya pengelolaan arsip keluarga yang efektif dan efisien, maka pencipta arsip dapat membuat klasifikasi arsip keluarga.

Secara praktis klasifikasi arsip keluarga dapat diklasifikasi sebagai berikut:

  1. Data pribadi

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah KK, SK Pengangkatan, NPWP, Paspor, dan foto kopi KTP.

  1. Keperdataan

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah akta/kenal lahir, surat adopsi, surat kematian, buku nikah, surat cerai, fatwa warisan, surat wasiat, dan lain-lain.

  1. Pendidikan

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah rapor, ijazah, sertifikat pelatihan/ kursus.

  1. Penghargaan

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah sertifikat penghargaan atas prestasi dan/atau pengabdian yang diperoleh anggota keluarga.

  1. Tanah dan bangunan

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah sertifikat/ surat tanah/ bangunan atau apartemen, akta/bukti jual beli, girik, pipil, surat keterangan camat atau pejabat pembuat akta tanah, SPPT PBB.

  1. Transportasi

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah BPKB, foto kopi STNK, foto kopi SIM, bukti kepemilikan kapal, dan sertifikat pendaftaran pesawat udara.

  1. Emas dan logam mulia

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah bukti pembelian/ kuitansi emas, platina dan logam mulia lainnya.

  1. Bank

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah buku tabungan, buku deposito, pelaporan giro dan bilyet.

  1. Asuransi

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah polis, bukti pembayaran angsuran, bukti pelunasan dan/atau perpanjangan, bukti dapat mencairkan polis pada waktu tertentu.

  1. Utang-Piutang

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah surat perjanjian/ bukti hutang, tagihan kartu kredit, bukti statement terakhir hutang.

  1. Kontrak

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah perjanjian kontrak rumah, bangunan, apartemen, toko, tanah, kendaraan, dan lain-lain.

  1. Hak Kekayaan Intelektual

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah naskah karya cipta, lisensi hak cipta, dan perjanjian hak menggandakan.

  1. Bukti Pembayaran

Dalam klasifikasi ini, berkas yang dapat dimasukkan adalah bukti pembayaran keamanan, sampah, listrik, telepon, koran, majalah, dan lain-lain.

More from our blog

See all posts