5 Langkah Mencegah Kehancuran Arsip Dari Kebakaran

No Comments

Pada Minggu, 18 Juli 2021, yang lalu telah terjadi kebakaran di Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta Pusat yang mengakibatkan sejumlah arsip juga ikut hangus terbakar. Selain memeriksa 12 orang saksi, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil penyidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri.

Kebakaran termasuk salah satu faktor yang dapat menyebabkan rusaknya arsip. Selain kebakaran, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab musnah atau rusaknya arsip, yaitu:

  1. faktor bencana alam

seperti gempa bumi, banjir, tsunami, perembesan air laut, longsor, kebakaran, letusan gunung berapi, badai, dan lain-lain.

  1. faktor manusia

seperti perang, sabotase, pencurian, penyadapan atau unsur kesengajaan dan kelalaian manusia.

Untuk menjaga eutuhan, keamanan dan keselamatan arsip dari kebakaran, ada beberapa cara dan langkah yang harus dilakukan yaitu:

  1. lokasi depot/gudang arsip harus menghindari lingkungan yang memiliki tingkat risiko kebakaran sangat tinggi, seperti lokasi penyimpanan bahan mudah meledak dan pemukiman padat.
  2. perlindungan arsip dengan cara menciptakan duplikat atau salinan dan memindahkan hasil duplikat tersebut ke Pusat Arsip. Untuk melakukan dupikasi, maka harus diperhatikan dengan cermat bentuk-bentuk duplikasi yang diperlukan. Jika diperlukan maka duplikasi dalam bentuk arsip elektronik dapat dipertimbangkan, karena salah satu kelebihan dari arsip elektronik adalah dapat melakukan back up atau penyalinan arsip dengan mudah.
  3. perlindungan arsip dengan menggunakan peralatan penyimpanan khusus seperti almari besi atau filing cabinet yang memiliki karakteristik tidak mudah terbakar (sebisa mungkin memiliki daya tahan sekurang-kurangnya 4 (empat) jam kebakaran), kedap air, dan bebas medan magnet untuk jenis arsip berbasis magnetik/elektronik.
  4. Menggunakan ruangan tahan api yang dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), alarm kebakaran, hydrant, sprinkler, dan dilengkapi pintu darurat untuk memindahkan arsip jika terjadi kebakaran.
  5. Mempunyai suatu rencana dalam rangka menghadapi bencana (disaster planning) yang disusun terlebih dahulu untuk menghemat waktu dalam masa darurat apabila terjadi bencana. Contohnya membuat daftar alamat dan nomor telepon pemadan kebakaran atau perusahaan yang memiliki container pendingin untuk pemindahan arsip dalam keadaan darurat.

 

 

More from our blog

See all posts